How We See Ourselves, Determines How Others See Ourselves

Bayangkan orang yang kita hormati. Atau orang yang membuat kita rasa ter’inspirasi’.

He looks good, because it’s how he sees himself.

“Pada energy level yang basic, kita sedang ‘projecting’ self image kita kepada orang lain. Siapa kita pada waktu ini, emosi kita, tahap keyakinan kita kepada diri, di ‘project’ kan pada orang lain. Orang lain dapat rasakan, dan memberi respon berdasarkan energy tersebut.”

Maksud dia macam ni. Contoh, if we think we are not good enough, begitulah apa persepsi orang terhadap kita.

Mungkin kita rasa kita tak cukup tinggi. Ada jerawat. Tak cukup cantik. Tak cukup handsome.

Apabila ada perasaan lacking, maka itu adalah self image kita sendiri. Dan benda ni unconsciously di ‘project’ pada orang yang lihat kita.

Macam sambung projector pada laptop. Apa yang di ‘project’ pada kertas putih di belakang, itulah yang ada dalam laptop.

Persoalannya, macam mana nak ubah?

First, tanya diri: How do I feel about myself?

“When you start to accept yourself more, other people will then accept you more. It’s like an energetic thing.”

People can almost feel how you feel about yourself.

Even if you think there’s something wrong with you like you’re not tall enough, things that are shortcomings, embrace them.

And understand as long as you’re confident about it, other people won’t really pay attention about it.

Tanya diri, siapa aku?

Maybe you’re a singer, a writer, a businessman; whatever it is, be the best version of yourself.

Be proud of who you are.

Pisahkan what you think about yourself yang dulu, dengan yang baru.

Apa orang kata pada you, how people treated you; itu semua past.

Sekarang kita nak create kita yang baru. Self image yang baru.

You are enough.

“You are enough means that you were made to be you, as you are, on purpose. It is no mistake that you are this person, in this place, at this time… You are already enough.”